Skip to main content

Pendakwah Cilik

Teacher : Astaghfirullahaladzim......
*serious face sbb terlupa something*

Boy A : Astaghfirullah..rabbal baraya...astaghfirullah..minal khatoya..
*zikir sepenuh hati sambil pandang teacher senyum2*

Teacher terharu, bangga, tersentap dgn reaction dia yg spontaneous tu.

Dear, maybe awak kecil, sgt kecil pada mata org2 di luar sana..tapi cukup besar utk buat teacher tersentap dgn ur spontaneous reaction..

Actually, bukan dgn zikrullah diorg ja yg bagi teachers sentap, merenung diri, muhasabah diri..kadang2 dgn soalan diorg pun teacher boleh tak tidur malam fikir benda tu..

Terima kasih Allah kerana meminjamkan anak2 ini pada kami. Semoga membesar menjadi anak2 yg soleh & solehah. InsyaAllah..

Terima kasih Allah kerana mengingatkan kami yg mudah lupa.

#ThankyouAllah
#Alhamdulillah
#Reminder

Popular posts from this blog

Dramatic Me

So drama~ I'm sharing this not bcz I've fallen in love. I'm just sharing after almost an hour cried for a korean drama, a historical drama, last night. It's all abt love, family, throne, jealousy, friendship, sacrifices. When it comes to love, in our early 20s, most of my friends were already married, engaged, found their only one. but me, I'm still searching for myself. a real me. I'm still clinging to my parents. my siblings. I'm the last one but sometimes I feel like I'm the older sister. Day and night, I'd been thinking, abt their meals, facilities, groceries, the peoples. sometimes I feel so guilty, I can't give them a hug, I'm just too far frm them. the only thing I did was, transferred them money, calling them, asking their condition. It's just so frustrated~ I, desperately want to finish my study, in Law and ECE. I can't give up. I can't pay attention for other things like lover, went outing with him, dating, etc etc. ...

I s t i q a m a h ^^

Mata terjaga Di awal hari Bangun menyerah Pada-Nya, cintaku yang abadi Aduh, Kenapa runsing jiwa ini? Sudah diusaha segalanya Agak sulit namun enggan berhenti Tangan-tangan halus mulai terasa kasarnya Anggota tubuh mulai terasa sakitnya Aduh, Begini rupanya kehidupan si ibu, Tanpaku yang serba serbi tak tahu, Maaf ibu, Cuma itu yang kumampu. Aurat ku jaga sedayanya, Ikhtilat kubatasi sebaiknya, Hati kupelihara penuh lembutnya, Walau dijaja berbagai cerita, Senyum sinis dimana-mana, Ku harus tak mengalah Pada insan yang tak suka Karena Itulah dugaannya istiqamah Semakin ku kuat Semakin mereka menyekat Maaf manusia Ketakutanku akan azab dosaku Lebih besar dari cercaanmu Kesungguhanku akan hijrahku Lebih besar dari kesakitanku Keinginanku akan redha-Nya Lebih besar dari segalanya Maaf. Taubat yang direncana Tidak diterima oleh-Nya Aduh, Seakan boleh berhenti nadi Betapa aku takut Betapa aku malu Merencana taubah diusia tua Merencana hijrah dihujung umu...