Mata terjaga
Di awal hari
Bangun menyerah Pada-Nya,
cintaku yang abadi
Aduh, Kenapa runsing jiwa ini?
Sudah diusaha segalanya
Agak sulit namun enggan berhenti
Tangan-tangan halus mulai terasa kasarnya
Anggota tubuh mulai terasa sakitnya
Aduh,
Begini rupanya kehidupan si ibu,
Tanpaku yang serba serbi tak tahu,
Maaf ibu,
Cuma itu yang kumampu.
Aurat ku jaga sedayanya,
Ikhtilat kubatasi sebaiknya,
Hati kupelihara penuh lembutnya,
Walau dijaja berbagai cerita,
Senyum sinis dimana-mana,
Ku harus tak mengalah
Pada insan yang tak suka
Karena Itulah dugaannya istiqamah Semakin ku kuat
Semakin mereka menyekat
Maaf manusia
Ketakutanku akan azab dosaku
Lebih besar dari cercaanmu Kesungguhanku akan hijrahku
Lebih besar dari kesakitanku
Keinginanku akan redha-Nya
Lebih besar dari segalanya
Maaf.
Taubat yang direncana
Tidak diterima oleh-Nya
Aduh,
Seakan boleh berhenti nadi
Betapa aku takut
Betapa aku malu
Merencana taubah diusia tua
Merencana hijrah dihujung umur
Padahal,
Nikmat sebiji mata juga
Bahkan mungkin tidak mampu
Untuk dibandingi amalku.
Sendu.
.
.
istiqamah,
Mungkin ini namanya istiqamah
Atau juga mujahadah
Jihad besar untuk nafsu semata
Ayuh!
Usah dilayan segala aduh
Bangkitkan dirimu
Perangi nafs dirimu
Perangi rasa kegoyahanmu
Ayuh!
Fastabiqul khoirah
Sari'u ila maghfirah ^^