Skip to main content

Kuatlah duhai qalbi..

Bismillahirrahmanirahiim

09 January 2015
Kg mama
Villa kesederhanaan

Ranting² jiwa spt remuk patah belahannya
Tatkala minda terus menghitung detik²
Aduhh,
Resah gelisah hamba rasakan ya Rabb
Rindu belum terlunasi
Tapi sudah meninggi dan meluas
Rindu pada telatahnya sang ibu tua
Yg jiwanya tak keruan andai kami berjauhan
Rindu pada barannya sang abang
Yg marah2 terus andai tidak memahami
Rindu pada keanakannya sang kakak
Yg manja terus pada barannya abg
Rindu pada telusnya sang ayah
Yg berkorban apa saja buat anaknya

Kuatkan semangat duhai diri
Kuatkan hati
Kuatkan fizikal
Kamu bakal berjuang melawan nafs
Allah ya rabb,
Kuatkanku.

Fastobiqul khairah
Sari'u ilaa maghfirah.

Popular posts from this blog

Dramatic Me

So drama~ I'm sharing this not bcz I've fallen in love. I'm just sharing after almost an hour cried for a korean drama, a historical drama, last night. It's all abt love, family, throne, jealousy, friendship, sacrifices. When it comes to love, in our early 20s, most of my friends were already married, engaged, found their only one. but me, I'm still searching for myself. a real me. I'm still clinging to my parents. my siblings. I'm the last one but sometimes I feel like I'm the older sister. Day and night, I'd been thinking, abt their meals, facilities, groceries, the peoples. sometimes I feel so guilty, I can't give them a hug, I'm just too far frm them. the only thing I did was, transferred them money, calling them, asking their condition. It's just so frustrated~ I, desperately want to finish my study, in Law and ECE. I can't give up. I can't pay attention for other things like lover, went outing with him, dating, etc etc. ...

I s t i q a m a h ^^

Mata terjaga Di awal hari Bangun menyerah Pada-Nya, cintaku yang abadi Aduh, Kenapa runsing jiwa ini? Sudah diusaha segalanya Agak sulit namun enggan berhenti Tangan-tangan halus mulai terasa kasarnya Anggota tubuh mulai terasa sakitnya Aduh, Begini rupanya kehidupan si ibu, Tanpaku yang serba serbi tak tahu, Maaf ibu, Cuma itu yang kumampu. Aurat ku jaga sedayanya, Ikhtilat kubatasi sebaiknya, Hati kupelihara penuh lembutnya, Walau dijaja berbagai cerita, Senyum sinis dimana-mana, Ku harus tak mengalah Pada insan yang tak suka Karena Itulah dugaannya istiqamah Semakin ku kuat Semakin mereka menyekat Maaf manusia Ketakutanku akan azab dosaku Lebih besar dari cercaanmu Kesungguhanku akan hijrahku Lebih besar dari kesakitanku Keinginanku akan redha-Nya Lebih besar dari segalanya Maaf. Taubat yang direncana Tidak diterima oleh-Nya Aduh, Seakan boleh berhenti nadi Betapa aku takut Betapa aku malu Merencana taubah diusia tua Merencana hijrah dihujung umu...