Skip to main content

Old note..

Bismillahirahmanirrahiim.

23/06/15
Ummi Playhouse 
Alone
Ramadhan


Hati semakin keras
Sekeras batu barangkali
Atau Cuma umpama ais,
Terdedah haba mencairlah ia.

Manis kata tidak dipinta
Andai hanya membawa luka dihadapan jalan
Walau terkadang rasa sudah terlali akan kepalsuan
Tetap jua menuntun airmata menderas menenangkan jiwa

Kemana terbangnya semangat sang pemudi
Impian sang ibu tua menjadi inspirasi
Untuk tetap gah berdiri
Walau kaki sudah penuh duri
Dirimu jua menjadi inspirasi sang hati
Jiwamu yang kental
Keanakanmu yang matang
Kekuatanmu yang luar biasa
Senyummu yang riang
Aduhai
Dimana tercicirnya sifat diri
Mengapa yang dirasa lelah melebihi sepi
Letih melebihi gigih
Penat melebihi langkah kaki
Dan
Putus asa melebihi mimpi2


Moga terus kuat.

Popular posts from this blog

Dramatic Me

So drama~ I'm sharing this not bcz I've fallen in love. I'm just sharing after almost an hour cried for a korean drama, a historical drama, last night. It's all abt love, family, throne, jealousy, friendship, sacrifices. When it comes to love, in our early 20s, most of my friends were already married, engaged, found their only one. but me, I'm still searching for myself. a real me. I'm still clinging to my parents. my siblings. I'm the last one but sometimes I feel like I'm the older sister. Day and night, I'd been thinking, abt their meals, facilities, groceries, the peoples. sometimes I feel so guilty, I can't give them a hug, I'm just too far frm them. the only thing I did was, transferred them money, calling them, asking their condition. It's just so frustrated~ I, desperately want to finish my study, in Law and ECE. I can't give up. I can't pay attention for other things like lover, went outing with him, dating, etc etc. ...

I s t i q a m a h ^^

Mata terjaga Di awal hari Bangun menyerah Pada-Nya, cintaku yang abadi Aduh, Kenapa runsing jiwa ini? Sudah diusaha segalanya Agak sulit namun enggan berhenti Tangan-tangan halus mulai terasa kasarnya Anggota tubuh mulai terasa sakitnya Aduh, Begini rupanya kehidupan si ibu, Tanpaku yang serba serbi tak tahu, Maaf ibu, Cuma itu yang kumampu. Aurat ku jaga sedayanya, Ikhtilat kubatasi sebaiknya, Hati kupelihara penuh lembutnya, Walau dijaja berbagai cerita, Senyum sinis dimana-mana, Ku harus tak mengalah Pada insan yang tak suka Karena Itulah dugaannya istiqamah Semakin ku kuat Semakin mereka menyekat Maaf manusia Ketakutanku akan azab dosaku Lebih besar dari cercaanmu Kesungguhanku akan hijrahku Lebih besar dari kesakitanku Keinginanku akan redha-Nya Lebih besar dari segalanya Maaf. Taubat yang direncana Tidak diterima oleh-Nya Aduh, Seakan boleh berhenti nadi Betapa aku takut Betapa aku malu Merencana taubah diusia tua Merencana hijrah dihujung umu...