Skip to main content

Posts

I s t i q a m a h ^^

Mata terjaga Di awal hari Bangun menyerah Pada-Nya, cintaku yang abadi Aduh, Kenapa runsing jiwa ini? Sudah diusaha segalanya Agak sulit namun enggan berhenti Tangan-tangan halus mulai terasa kasarnya Anggota tubuh mulai terasa sakitnya Aduh, Begini rupanya kehidupan si ibu, Tanpaku yang serba serbi tak tahu, Maaf ibu, Cuma itu yang kumampu. Aurat ku jaga sedayanya, Ikhtilat kubatasi sebaiknya, Hati kupelihara penuh lembutnya, Walau dijaja berbagai cerita, Senyum sinis dimana-mana, Ku harus tak mengalah Pada insan yang tak suka Karena Itulah dugaannya istiqamah Semakin ku kuat Semakin mereka menyekat Maaf manusia Ketakutanku akan azab dosaku Lebih besar dari cercaanmu Kesungguhanku akan hijrahku Lebih besar dari kesakitanku Keinginanku akan redha-Nya Lebih besar dari segalanya Maaf. Taubat yang direncana Tidak diterima oleh-Nya Aduh, Seakan boleh berhenti nadi Betapa aku takut Betapa aku malu Merencana taubah diusia tua Merencana hijrah dihujung umu...

Kekuatan Jiwa

Kekuatan Jiwa - Mama . . Hampir terjatuh aku, Tatkala orang-orang berkata kurang baik soalku, Dan ketika ibu belum tahu, Lantas bangkit aku, Demi kekuatan jiwaku. Hampir terjatuh aku, Tatkala terlihat ibu kesedihan tersendu, Mendengar haters terusan mencari kekuranganku, Dan ketika ibu merenungku, kemampanan semangat kugagahi pancar dimataku, Demi sekelumit senyumnya ibu. Hampir tak tertahan olehku, Saat cuma terlantar disana kekuatan jiwaku, Saat dia tidak mengenal aku, Saat kemesraan sudah pergi jauh, Dan ketika ibu memanggil namaku, Seperti itulah cuma kegembiraanku. . . . Ibu, Tidak kira seperti apa parasmu, Tidak kira seteruk apa mereka melemahkanku, Tidak kira sebanyak mana parut hatiku, Tidak kira apa jua terjadi antaramu dan aku, Asalkan Allah izin, Aku masih kuat, Tetap kuat, Bertambah kuat, Bersamamu ketahananku bertambah jitu, Biarpun cuma terlantar kaku, Karena, Dikau kekuatan jiwaku. . . . . Allahurabbi :') Semoga Allah membalas sega...

Takutku..

Takutku... Takutku, Andai esok ku tak terjaga lalu Allah tak beri kesempatan buatku untuk menyelesaikan nasuhaku. Takutku, Andai subuh nanti istiqamahku hilang lagi dibawa mimpi pergi. Takutku, Ramadhan nanti kita tak akan bersua dan rindu-rindu tak terlunasi. Takutku, Mizan dosaku terlalu berat sehingga pahala ganjaran-Nya buatku tak boleh menampungi. Takutku, Hari-hari berlalu pergi tanpa kusedari dan tanpa pamit pergi. Allahku, Jagakan aku, Jagakan keluargaku, Lindung kami dibawah naungan-Mu, Harukan kami dgn ibadah kesukaan-Mu, Tutupi aib-aib yang ingin meninggi diri, Mimpikan kami azab-azab ngeri, Agar terbangun kami dari terhanyut pergi, Jagakan hati-hati ini ya rabb, Hati-hati yang tak mau berpaling lagi, Ampuni kami, Terimalahh ibadah2 ini, Perkenankanlah. Perkenankanlah. Perkenankanlah. Yang mengharap Maghfirah-Mu~

Impressing^^

Bismillahirrahmanirrahiim~ Kg halaman ibu, Julai . Istidraj. Pengertian? Hmm~ ana baru tahu istilah ini. Itupun diusia 19 sudah. Tapi..alhamdulillah sekurang2nya ana tahu dpd tak pernah tahu. Kan? Dulu ana selalu berkongsi apa shj stuffs dgn cousin ana, Amanda. Kami tersangatlah rapat hinggakan dia tahu bila masa ana mood itu dan ini. Sebelum ana tahu istilah istidraj ini, ana pernah bertanya kat dear amanda; knpa non Muslim ramai yg berada, bijak dan hampir punya segala asset termasuklah paras rupa. Dan si comel ini menjawab, itu cara Allah menghukum mereka iaitu dgn kesenangan dunia. Kami cuma berbual setakat begitu2 shj dan tidak terselit pun apa istilahnya untuk soalan itu. Hinggalah ana terbaca dalam satu artikel tentang istidraj. Dimana contoh yg diberi sangat menjentik perasaan. Bukan apa, tiba2 takut untuk jadi org yg boleh dapat setiap yg dihendakkan. Allahu~ :/ . . . Ada orang kata, kalau dapat INI syukur Alhamdulillah. Bila dapat yg INI tadi, berhajat pula mau yg ITU...

Ibuku sayang: pemenang peneman setia hati

Bismillahirrahmanirrahim~   Ibu..  Kami anak²mu yang bergelumang dosa.. Padahal besar harapanmu melihat kami membesar menjadi anak yang soleh dan solehah..  Jika saat ini kami masih lagi bertatih di jalan-Nya, maka temani kami dengan doamu..  Agar kami mampu tersenyum tatkala terjatuh..   Ibuku sayang.. Kami anakmu hamba Allah yang kerdil dan jahil..  Pernah terlena saat dakwah memanggil.. Pernah angkuh melangkah di tempat yang terpencil..  Padahal kami tahu menggunung jiwamu mahu kami merasa rendah hati dengan ilmu Allah yang tidak terkira keluasan kedalamannya..  Jika tika ini kami masih merangkak-rangkak menelusuri ilmu Allah yang luas itu, maka temani kami dengan sentuhan cintamu..  Agar kami kuat hadapi kenyataan kejahilan kami..   Duhai bidadari hati..  Kami anakmu yang lahir dari susur galur tabligh apatah lagi ulama'..  Namun jiwa kami meronta- ronta ingin menjadi mujahadah-pejuang agama Allah lalu syahid ...